Adrian's Book Montage at Goodreads

Red Rackham's Treasure
Fantastic Beasts and Where to Find Them
Harry Potter and the Goblet of Fire
Tintin and the Picaros
Paris Museums & Galleries: Insight Flexi Maps
Better: A Surgeon's Notes on Performance
The Mysterious Affair at Styles
They Came to Baghdad
N or M?
Flight 714
The Red Sea Sharks
kejar jakarta
The Calculus Affair
Stiff: The Curious Lives of Human Cadavers
The Broken Ear
Radikus Makankakus: Bukan Binatang Biasa
Cigars of the Pharaoh
And Then There Were None
The Shooting Star
Quidditch Through the Ages
Angels & Demons
Peril at End House
Murder on the Orient Express
The Secret of the Unicorn
The Da Vinci Code
Le Lotus Bleu
Harry Potter and the Prisoner of Azkaban
Cinta Brontosaurus
The Hunchback of Notre-Dame
Land of Black Gold
The Adventures of Sherlock Holmes
The Big Four
Jomblo: Sebuah Komedi Cinta


-- le petit garçon: Adrian --




Minggu, 07 Desember 2008

Merah Putih


Silakan rujuk ke artikel INI.

Setelah acara istighotzah, Sri Sultan bertatap muka dan beramah tamah dengan ratusan warga setempat jamaah masjid. Sri Sultan mengemukakan pentingnya menjaga dan memahami makna merah putih, warna bendera negara. Menurut dia, merah putih bukan sekedar warna tanpa makna, melainkan harga diri."Jika bendera merah putih itu diletakkan pada waktu dan tempat yang salah, maka bagi bangsa Indonesia, akan menimbulkan perasaan tersinggung," katanya. Jika bendera diperlakukan secara tidak layak, maka kita bisa kecewa. Demikian pula dengan kepemimpinan, marilah kita cari pemimpin yang mencintai merah putih, sebab sekarang ini ukuran kepemimpinan senantiasa hanya didasarkan pada perolehan materi bagi pendukungnya atau bagi pemimpin yang bersangkutan. Bukan pada ukuran harga diri, dan kecintaan pada merah putih itu.

di baris komentar saya membaca komentar sebagai berikut:

di Amerika, bendera bisa di bikin seperti handuk , underwear dll, anehnya mereka tidak tersinggung dan tidak marah, apakah ini namanya demokrasi ? kalau di Indonesia orang berbuat demikian bisa-bisa di garuk polisi.


Saya kurang paham dengan komentar satu ini, entah dia mendukung hal tersebut, atau mempertanyakannya..

buat saya?

saya pernah protes kepada seorang kawan dekat saya, seorang aktivis yang sangat aktif di BEM kampus saya. Beliau berniat baik dengan melaksanakan program pengibaran bendera Merah Putih pada saat hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober lalu..

Beliau, dan para stafnya memasangnya di tongkat pramuka, lalu dipasang dengan tali rafia di pembatas tengah jalan (road divider) di jalan samping Taman Medika. Siangnya hujan turun sangat deras. Entah berapa orang yang menyadari, hal seperti itu sangat tidak menghormati bendera..

Satu lagi, pernah saya iseng2 jalan2 di Gedung Radioputro pada suatu sore, ternyata sedang ada sebuah debat mahasiswa kandidat ketua suatu partai kampus.. Bendera Merah Putih ditempelkan ke tembok penyangga lift gedung...dengan lakban, dimana salah satu ujungnya lepas.

entah, mungkin buat mereka debat idealisme mahasiswa jauh lebih penting daripada hal sepele seperti itu, yang, sebenarnya mencerminkan nasionalisme konkrit mereka terhadap bangsa ini.
yang jelas, saya tidak akan memilih mereka dalam pemilihan presiden BEM besok.

heu...




Add to Technorati Favorites

0 comments: