Yah.,
Saya juga lupa-lupa ingat.
Tadi pagi hampir siang saya kembali diingatkan mengenai sumpah ini oleh bapak Wiryawan, seorang neurosurgeon di RSS, Rumah Sakit Seberang.
Dulu waktu saya blok 6, isu-isu semacam ini sangat santer dihembuskan oleh tim koordinator blok, semisal bapak Soenarto, seorang profesor sekaligus otolaringologist di rumah sakit yang sama. Yah, sambil lalu saja.. kuliah mungkin saya tidur, atau tidak datang, atau pikiran menerawang, atau ada kuliah saja saya tidak tahu (yah, we're human being, not to mention we're students :p -- no, no, oke, dont sweat it, im not generalizing the entire subjects, hehe..). Tapi sepertinya isu-isu yang meninabobokan pada saat kuliah itu, saat ini mulai menggonjang-ganjing ranah praktek kedokteran di daerah sekitar tempat saya hidup. Contohnya yang-yah, sekarang sudah jadul-kasus nyonyah Berita Mualsuara dengan rumah sakit Ohmigod Interlokal. Kalau saya boleh ngawur, yang salah ya semuanya, hehe..mulai dokternya, pasiennya, tukang labnya, perawatnya, direkturnya, tukang beritanya, sampai penontonnya yang ikut-ikutan berbicara lantang mengutuk salah satu pihaque (padahal profesor di bidang etika kedokteran saja mungkin akan biasa-biasa saja melihatnya :p).
Wueitz..
Waduh, saya menyalahkan dokter!
Tenang, saya belum sumpah dokter.
Baru janji dokter muda.
Yah, mirip juga sih.
you wont sue me, rite? rite? RITE???
Jalanmanapun (maksudnya anyway), saya sih kembali ke kodrat saja..manusia itu Bantar Gebangnya luput dan salah. Meskipun, tentu saja, kalo yang namanya profesi itu, tentu punya perkiraan salah luput mana yang bisa terjadi dan menimbulkan perkara.
Orang si Hipokrates berjenggot aja tau!
Namun ternyata, emang lagi-lagi namanya manusia, maunya ya yang enak-enak aja, semisal:
Scene 121:
Setting: Rumah Makan Padang Minang Ambassador, di ruang makan berpenyejuk udara tanpa ventilasi langsung. Terdapat dua pihak lagi makan, yang pertama : dua orang dewasa (diwakili bapak B) dengan seorang bayi mereka, plus seorang anak muda yang sedang kesenengan gara-gara ditraktir all-he-can swallow di situ, sedangkan pihak kedua: seorang bapak dan ibu, muka garang nan gahar bagai petruk (diwakili Bapak P).
Bapak B: ayo makan yang banyak, ayo ambil aja Jo (ini panggilan saya-red).
Si Jo: Weitz, oke Bang, sip! (dst dst dst dst, pokoknya udah di meja makan aja, ditemani sepiring nasi sayur, gulai otak plus ayam bakar, lagi napsu-napsunya makan ketika pihak bapak P datang ke meja kami, trus duduk di sisi satunya.)
Bapak P tiba-tiba mengeluarkan benda andalan untuk memusnahkan umat manusia dari muka dia, berupa rokok merek Palem Malem. Tanpa babibubebo dia langsung ngudud dengan mesranya bersama sebatang rokok nista itu.
Bapak B: mulai berdehem2.
Si Jo: Masih ga dong sedang ada apa.
Bapak B: berdehem2, batuk2.
Si Jo: MAKAN LANJUT, all-he-can-swallow JEE!!
Bapak P: Masih mengudud penuh keyakinan.
Bapak B: Berdehem2, batuk2, dan lalu menyorongkan kobokan berisi air ke depan bapak P.
Bapak P: Matanya mulai memincing, lalu melihat bapak B dengan penuh tanda tanya.
Bapak B: Maaf bang (maksudnya bapak P), anak saya umurnya baru 2 bulan, kalau bisa abang jangan merokok di sini. Maaf ya bang.
Bapak P: HEH, saya itu direktur. Saya orang berpendidikan tinggi, S2. Saya juga tau kalo merokok bisa bikin penyakit. Jangan sok menggurui KAMU itu!
Bapak B: (Naik Pitam) Kalo bapak tau, kenapa bapak merokok di ruangan seperti ini?
Bapak P: KARENA INI TEMPAT UMUM! Saya boleh dong merokok di sini, orang ini tempat UMUM.
Bapak B: Saya juga perokok pak. Tapi saya paham dan saya mengerti kalo merokok diruangan itu berbahaya, apalagi ada bayi kecil.
Bapak P: NANTANG KAMU!
Si Jo: Baru mulai paham ada apa disini.
udah-udah.
saya bukan mau bikin sekenariyo termehek-mehek atau semacamnya.
intinya, manusia itu maunya emang enak di dia, sepinter apa juga, kalo bloon gitu, ya gini jadinya.
dan hal ini juga terjadi juga pada dokter-dokter, bahkan profesor doktor dokter sepesiyalis sekalipun di seantero dunia. kalo ga percaya, silakan liat perubahan drastis sumpah dokter sejak jaman dulu sampai sekarang.
karena perpus mau tutup, jadi next post aja deh :p

Technorati Tag: Chronicle













