Adrian's Book Montage at Goodreads

Red Rackham's Treasure
Fantastic Beasts and Where to Find Them
Harry Potter and the Goblet of Fire
Tintin and the Picaros
Paris Museums & Galleries: Insight Flexi Maps
Better: A Surgeon's Notes on Performance
The Mysterious Affair at Styles
They Came to Baghdad
N or M?
Flight 714
The Red Sea Sharks
kejar jakarta
The Calculus Affair
Stiff: The Curious Lives of Human Cadavers
The Broken Ear
Radikus Makankakus: Bukan Binatang Biasa
Cigars of the Pharaoh
And Then There Were None
The Shooting Star
Quidditch Through the Ages
Angels & Demons
Peril at End House
Murder on the Orient Express
The Secret of the Unicorn
The Da Vinci Code
Le Lotus Bleu
Harry Potter and the Prisoner of Azkaban
Cinta Brontosaurus
The Hunchback of Notre-Dame
Land of Black Gold
The Adventures of Sherlock Holmes
The Big Four
Jomblo: Sebuah Komedi Cinta


-- le petit garçon: Adrian --




Jumat, 19 Juni 2009

Nyumpah..

Kata orang tua, profesor, dan dosen-dosen saya dulu, kalo mau jadi dokter harus mau nyebut dokumen yang namanya "Sumpah Dokter" dan mungkin di tempat lain di muka bumi ini punya dokumen-dokumen sejenis, serupa, semacam ini yang mirip-mirip isinya. Mungkin sekali Anda yang membaca posting blog ini belum pernah menyumpah, atau membaca, mendengar, atau bahkan punya ide di otak tentang dokumen ini.

Yah.,
Saya juga lupa-lupa ingat.
Tadi pagi hampir siang saya kembali diingatkan mengenai sumpah ini oleh bapak Wiryawan, seorang neurosurgeon di RSS, Rumah Sakit Seberang.

Dulu waktu saya blok 6, isu-isu semacam ini sangat santer dihembuskan oleh tim koordinator blok, semisal bapak Soenarto, seorang profesor sekaligus otolaringologist di rumah sakit yang sama. Yah, sambil lalu saja.. kuliah mungkin saya tidur, atau tidak datang, atau pikiran menerawang, atau ada kuliah saja saya tidak tahu (yah, we're human being, not to mention we're students :p -- no, no, oke, dont sweat it, im not generalizing the entire subjects, hehe..). Tapi sepertinya isu-isu yang meninabobokan pada saat kuliah itu, saat ini mulai menggonjang-ganjing ranah praktek kedokteran di daerah sekitar tempat saya hidup. Contohnya yang-yah, sekarang sudah jadul-kasus nyonyah Berita Mualsuara dengan rumah sakit Ohmigod Interlokal. Kalau saya boleh ngawur, yang salah ya semuanya, hehe..mulai dokternya, pasiennya, tukang labnya, perawatnya, direkturnya, tukang beritanya, sampai penontonnya yang ikut-ikutan berbicara lantang mengutuk salah satu pihaque (padahal profesor di bidang etika kedokteran saja mungkin akan biasa-biasa saja melihatnya :p).

Wueitz..
Waduh, saya menyalahkan dokter!
Tenang, saya belum sumpah dokter.
Baru janji dokter muda.
Yah, mirip juga sih.
you wont sue me, rite? rite? RITE???


Jalanmanapun (maksudnya anyway), saya sih kembali ke kodrat saja..manusia itu Bantar Gebangnya luput dan salah. Meskipun, tentu saja, kalo yang namanya profesi itu, tentu punya perkiraan salah luput mana yang bisa terjadi dan menimbulkan perkara.

Orang si Hipokrates berjenggot aja tau!

Namun ternyata, emang lagi-lagi namanya manusia, maunya ya yang enak-enak aja, semisal:

Scene 121:
Setting: Rumah Makan Padang Minang Ambassador, di ruang makan berpenyejuk udara tanpa ventilasi langsung. Terdapat dua pihak lagi makan, yang pertama : dua orang dewasa (diwakili bapak B) dengan seorang bayi mereka, plus seorang anak muda yang sedang kesenengan gara-gara ditraktir all-he-can swallow di situ, sedangkan pihak kedua: seorang bapak dan ibu, muka garang nan gahar bagai petruk (diwakili Bapak P).

Bapak B: ayo makan yang banyak, ayo ambil aja Jo (ini panggilan saya-red).
Si Jo: Weitz, oke Bang, sip! (dst dst dst dst, pokoknya udah di meja makan aja, ditemani sepiring nasi sayur, gulai otak plus ayam bakar, lagi napsu-napsunya makan ketika pihak bapak P datang ke meja kami, trus duduk di sisi satunya.)
Bapak P tiba-tiba mengeluarkan benda andalan untuk memusnahkan umat manusia dari muka dia, berupa rokok merek Palem Malem. Tanpa babibubebo dia langsung ngudud dengan mesranya bersama sebatang rokok nista itu.
Bapak B: mulai berdehem2.
Si Jo: Masih ga dong sedang ada apa.
Bapak B: berdehem2, batuk2.
Si Jo: MAKAN LANJUT, all-he-can-swallow JEE!!
Bapak P: Masih mengudud penuh keyakinan.
Bapak B: Berdehem2, batuk2, dan lalu menyorongkan kobokan berisi air ke depan bapak P.
Bapak P: Matanya mulai memincing, lalu melihat bapak B dengan penuh tanda tanya.
Bapak B: Maaf bang (maksudnya bapak P), anak saya umurnya baru 2 bulan, kalau bisa abang jangan merokok di sini. Maaf ya bang.
Bapak P: HEH, saya itu direktur. Saya orang berpendidikan tinggi, S2. Saya juga tau kalo merokok bisa bikin penyakit. Jangan sok menggurui KAMU itu!
Bapak B: (Naik Pitam) Kalo bapak tau, kenapa bapak merokok di ruangan seperti ini?
Bapak P: KARENA INI TEMPAT UMUM! Saya boleh dong merokok di sini, orang ini tempat UMUM.
Bapak B: Saya juga perokok pak. Tapi saya paham dan saya mengerti kalo merokok diruangan itu berbahaya, apalagi ada bayi kecil.
Bapak P: NANTANG KAMU!
Si Jo: Baru mulai paham ada apa disini.

udah-udah.
saya bukan mau bikin sekenariyo termehek-mehek atau semacamnya.

intinya, manusia itu maunya emang enak di dia, sepinter apa juga, kalo bloon gitu, ya gini jadinya.

dan hal ini juga terjadi juga pada dokter-dokter, bahkan profesor doktor dokter sepesiyalis sekalipun di seantero dunia. kalo ga percaya, silakan liat perubahan drastis sumpah dokter sejak jaman dulu sampai sekarang.
karena perpus mau tutup, jadi next post aja deh :p




Technorati Tag: Add to Technorati Favorites

Kamis, 14 Mei 2009

been a while,.

udah lama banget ga nulis..
5 bulan,.

been a while,
a long while,.

many stories to type actually,,
things happen..
sh*ts too..

hmm.,

entahlah..
mungkin sebab diri saya yang mud2an kalo soal ginian,,
atau emang nulis di fes**k lebih menyenangkan,,
entahlah,,

ada quote bagus, saya dapetnya sebagai quote dari Jend. Pol (Purn) Drs. Hoegeng Iman Santoso (Alm),

"It is nice to be important, but it is important to be nice."

im not a nice person, not until this very moment,
hope to be.,

Amin.


Technorati Tag: Add to Technorati Favorites

Senin, 29 Desember 2008

Arogan!

Mobil Anggota DPR Digembok, Satpam Dipukuli

TANGERANG - Tiga anggota Airport Scurity Bandara Soekarno Hatta mengalami luka-luka setelah dipukul oleh dua orang oknum petugas kepolisian dan tentara di Terminal I B kedatangan. Tiga orang tersebut adalah Imron, Jujungan, dan Iwan.

Menurut Nurheli, staf Airport Scurity Bandara Soekarno Hatta, saat dihubungi mengatakan, berdasarkan laporan kasus pemukulan tersebut dilakukan sekira pukul 22.10 WIB, tadi malam.

Saat itu beberapa satpam bandara berpatroli dan menemukan sebuah kendaraan dengan Nopol B 8640 UE parkir di depan lobby.

"Petugas memberikan peringatan agar pemilik kendaraan segera memindahkan sebelum kendaraannya digembok. Tapi setelah berkali-kali diperingati tidak juga dihiraukan, maka dilakukan penggembokan," katanya Senin (29/12/2008).

Dia menjelaskan setelah digembok ternyata diketahui kendaraan tersebut milik Etha Bela yang merupakan anggota legislatif dari Komisi V DPR. Lantaran tidak terima mobilnya digembok, tiba-tiba dua orang petugas yang mengaku dari Polri dan TNI langsung berteriak-teriak meminta agar gembok segera dilepaskan. "Informasinya dua orang petugas itu adalah anaknya yang sedang menjemput," ujarnya.

Bahkan kedua oknum petugas tersebut mengacungkan senjata dan meminta kepada petugas keamanan bandara segera melepaskan gembok. Tidak hanya itu saja, dua orang oknum itu juga memukul petugas pada bagian kepala dan pelipis.

Sementara itu Superviser Airport Scurity Bandara Soekarno Hatta, Franky mengaku kejadian bentrokan antara petugas bandara dengan petugas polisi dan tentara merupakan yang kedua kalinya.

"Ini kejadian yang kedua kalinya, dan saya berharap ke depannya tidak ada lagi jika penumpang yang ada di bandara mau mengikuti aturan yang sudah ditetapkan," harapnya.

Dia mengatakan dua orang petugas dari kepolisian dan tentara tersebut kini sedang menjalani pemeriksaan di instansi yang bersangkutan.



Udah ga dateng rapat, kerja jalan2 ke luar negeri, minta gaji dinaikin, kemana2 pake duit rakyat, sekarang orang kecil yg kerja bener digebukin. Insaf woi, kalo ga biar kualat tu orang. Semaunya sendiri.
Mending golput emang..heuu..




Technorati Tag: Add to Technorati Favorites

Kamis, 25 Desember 2008

Odesa, Brutus, Moto-moto

Seminggu terakhir ini saya berkesempatan (halah, maruk maksudnya) menonton 3 pilm..
  1. Transporter 3
  2. Asterix at the Olympic Games
  3. Madagascar Escape 2 Africa
Saya ga mau ngasih resensi, daripada saya jadi spoiler yang ga penting, cuma saya mau merating saja..menurut saya, kira2 mending nonton mana duluan kalo emang duit di dompet (n di atm) cuma cukup buat skali nonton :D

p.s. rating ini ga penting buat yg punya BCA credit card :p

oke, jadi, urutan pertama tentu saja punyanya:

MADAGASCAR ESCAPE 2 AFRICA dijamin ngakak deh :p terutama bagian MOTO-MOTO :D

nomer duanya milik
ASTERIX AU JEUX OLYMPIQUES (Asterix at the Olympic Games)
entah kenapa saya ga habis pikir, kenapa pak juleus sesar ga menjarain si burutus ;p
dan seorang kawan saya juga setuju untuk meletakkan dokter dalam jajaran pengurus lembaga sensor film indonesia, karena si film ini bisa lulus ke pasaran padahal masih mengandung konten yang berbau por**, yaitu GLUTEUS MAXIMUS...haha :D

nomer tiganya ya sisanya,
TRANSPORTER TROISYah, biasalah, film nganter si anak menteri ke negaranya.. hmm..terus terang, saya lebih suka film ini daripada james bond yg terakhir.. meskipun adegan ga penting di atas bukit di tengah hutan rebutan kunci itu sebaiknya dihapuskan saja... heuu..


oke,rating ini sebenarnya bisa dibolakbalik sih, cuma kebetulan saya baru turun gunung, saya lebih suka nonton yg bisa bikin ketawa, hehe... tapi..semuanya worth to watch kok :)

"People will pay more to be entertained than educated." Johnny Carson




Technorati Tag: Add to Technorati Favorites

133.000

oke2

saya mau nabung buat beli tales of beedle the bard yang ternyata udah ada di togamas,, 133rb,,

huaa..

mahal skalii...



Technorati Tag: Add to Technorati Favorites